Seandainya waktu diulang

Kisah ini berdasarkan kisah nyata, nama dan tempat disamarkan

Pas itu aku duduk di kelas 8, aku yang saat itu bersekolah di SMP Tunas Bangsa mengikuti 2 ekskul terutama ekskul English Club. Setiap hari sabtu sepulang sekolah biasanya ekskul English Club diadakan dan pas itu juga ada pengenalan anggota English Club baru. Aku bertemu dengan cewek yang memiliki sifat cantik, periang, peduli dan pintar. Cewek itu bernama Eve, dia cewek pertama yang membuatku dari sifat dingin hingga mencair.

Setiap ada rapat ekskul dadakan, aku yang selalu pergi ke kelasnya untuk memanggil dia. Otomatis satu kelasnya meledek dia dan aku. Mendengar itu, aku pun tersipu malu karena ledekan dari satu kelas tersebut. Saat rapat pun tempat duduknya selalu di depanku. Suatu hari pas jam istirahat, aku berpapasan dengannya dan kita pun saling sapa. Dia memerhatikan ku dan ber-celetuk “Kumismu mulai tumbuh, aku mau lihat!” seketika aku menutup mulut dan kumisku hingga dia mengenggam erat tanganku untuk melihatnya. Hatiku berdegup dengan kencang dan itu lama banget dia mengenggam tanganku. Dia berkata “Ayo pergi ke kantin bareng!” sambil menarik tanganku.

Saat aku menginjak kelas 9, dimana kelulusan sebentar lagi tiba, kita berdua punya cita-cita bareng, yaitu bisa masuk SMA favorit bareng. Ada suatu saat lomba terakhir pas aku di SMP, kesalahpahaman pun datang. Aku waktu itu sakit kepala dan dia care banget sama aku tapi ku tolak dan ku abaikan karena merasa tidak enak padanya, sekarang aku menyesal banget kenapa aku melakukan itu. Pada akhirnya kita terpisah dan cita-cita itu cuma dia saja yang mewujudkannya, sementara aku pun masuk SMA yang biasa saja. Dan bodohnya aku kenapa tidak menyatakan perasaanku sebelum kelulusan itu tiba.

Gettoserafim

Komentar